Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

Salah Satu Alasan Memaafkan Orang Lain

Bismillah..

Ya, mungkin inilah salah satu mengapa kita harus jadi insan yang pemaaf.

Saya percaya bahwa Allah akan mendidik langsung setiap hambaNya melalui ujian dan cobaan lewat apa saja, bisa dengan kebahaghiaan, kesedihan, kemiskinan, kekayaan berlimpah, bahkan setiap kejadian baik yang hanya melibatkan diri kita sendiri maupun orang lain. Semua demi kebaikan kita supaya jadi manusia yang lebih baik lagi.

Ada satu contoh.
Fulana pinjem flash disk Fulani. Trus flashdisk itu dipinjem Fulanani. Begitu dikembalikan, ternyata fd nya kemasukan banyak virus dan bikin laptop Fulani hang dan harus diserpis.
Begitu Fulana tau, dia sampaikan ke Fulanani dan Fulanani bersedia membayar uang serpis tapi hanya sperempat persen dari total biaya serpis karna sedang tidak punya uang. Begitu pula Fulana, sedang tipis dompetnya, jadi kalau ditotal hanya bisa stengah dari harga total serpis.

If you were Fulani, what will you do?

Pastinya ada 3 kemungkinan:
1. Menuntut uang serpis full gabole cuman separo
2. Gapapa cuma separo tapi kesel minta ampun
3. Mengikhlaskan dan menerima uang seadanya

Pastinya mah pingin jadi yang nomer tiga, tapi paati susah banget yah.

Tapi, mari kita lihat dari sudut pandang Fulana. Pasti hal ini jadi pembelajaran dia banget. Berhati-hati kalo minjem barang apalagi kalo dipinjemin lagi ke orang lain. Baiknya sebelum dikembalikan lagi pastikan barang teraebut maaih baik seperti awal kita pinjem. Oke, besok ga laghi in syaa Allah.

Mungkin itulah didikan langaung dari Allah buat Fulana.

Fulani?
Mungkin juga ujian buat dia dalam hal memaafkan, ya ga si?

Satu lagi..
Mungkin aja melalui Fulani lah Allah mendidik Fulana.

Ini maksudnya. Alangkah apa ya, seneng si kalo menurut saya, seneng bisa jadi perantaranya.

Lagi lagi mungkin ini satu alasan kenapa kita harus mudah memaafkan kesalahan yg dilakukan orang lain kepada kita, semenyakitkan atau semerughikan apapun, maafkan dan nasihati. Gapap kan saling mewnasihati dalam kebaikan.

Sekali lagi, mari memaafkan orang lain karena mungkin saja kita menjadi perantara dari Allah untuk menjadikan orang lain menjadi insan yang lebih baik.

Membahagiakan bukan?

Rabu, 11 November 2015

Dibutuhkan Azzam yang kuat!

Bismillah..

22 bulan sudah kami berumah tangga..
Jauh, masi jauh sangat dari kata sempurna..
Kami masih harus belajar sabar, belajar menerima kekurangan, belajar mendidik anak, belajar istiqomah,..
Ada belajar lagi yang sedang kami perjuangkan, belajar untuk terus menjadi keluarga yang dicintai Allah..
Belajar jadi keluarga yang pantas menginjakkan kaki di syurga..

Berat, tapi bersama sama kami hadapi semua..
Ah, ga jago bikin kata kata puitis bin romantis ni, hahaha..

Intinya mah, masi belajar bangeeeetttt..

Azzam..
Butuh azzam alias tekad kuat yang berkobarrrr di dalam dada..
Untuk berubah jadi lebih baik..
Lebih mencintaiNya..
Lbih berkualitas ibadahnya..
Memenej waktu lebih baik..
Membuat rumah lebih rapi..
Memenej uang lebih baik..
Bersabarrrr biar menang..
Dan gigih melawan syaithan..

Iyah, azzamkan!

Camkan dalam hati!

Dan buktikan pada Allah bahwa kita bisa berubah!

Bahwa kita bisa menjadi semakin solihah di hadapan Allah..

Semakin bertaqwa!

RidhaMu..
SyurgaMu..

Mampukan kami, Yaa Rabb..

Rabu, 28 Oktober 2015

Saat Lainnya Futur

Bismillah..

Hati hati dengan hati. Entah mau bilang ini manusiawi ato engga, tapi yang jelas futur itu nyata. Pernah mengalami lah pastinya setiap orang tu.

Kita yang melihat dari luar, ga pernah berhak untuk mengahakimi muslim lain yang lagi futur. Ga perlu lah kita meremehkan muslim yang lagi futur.

Kalo lagi futur itu pasti managemen waktunya jadi kacau. Gausa ditanya kenapa ga baca inu dan itu? Wajar kalo ga ibadah 1/2 kali. Kalo 4 hari lebih ditinggal, sok mangga dijapri untuk ditanya dengan baik, dari hati ke hati. Jangan diadili kenapa ga ibadah? Apalagi dikejar saaaaampe ujung ujungnya karna ya ga ibadah aja. No.

Kita harus jadi pembangkit semangatnya lagi.

Siip. Bismillah tar ibadah yak, bismillah.

Support, bukan diadili apalagi dihakimi. Apapun alasannya, kita hanya berhak untuk menyemangatinya kembali. Kalo dia mo cerita, itu bonus namanya. Hihi