Bismillah..
Benar kata orang, kalau kita ingin sesuati yang positif maka berdoalah dan Allah akan "menuntunmu" untuk dipertemukan dengan orang yang teoat.
Ingin sekali belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik, Allah mempertemukan saya dengan komunitas Ibu Profesional yang didirikan oleh Ibu Septi Peni Wulandani.
Sederhama saja, hanya googling lalu menemukan link video Ibu Septi tentang Fitrah Anak. Kemudian Allah menghadirkan Ibu Septi di Kota Malang. Tanpa pikir panjang saya dan suami segera menghadiri swminar tersebut dan merasakan langaung energi positif Bu Septi dan keluarga. Sayapun bergabung dengan Institut Ibu Profesional Jatim Selatan. Hingga hampir setengah tahun dbanyak sekali ilmu pengasuhan yang saya dapat dan memang saya merasa sefrekuensi dengan ibu ibu IIP, meskipun saya masih jauuuuuh dengan anggota grup lainnya.
Kini saya bersiap menuntut ilmu mengenai ibu, ilmu yang tifdak diajarkan di sekolah didukung penuh oleh suami yang sangat bahagia ketika istrinya mau meningkatkan kapasitas dirinya.
Maka hari ini Allah kembali menjalankan peranNya. Allah mempertemukan saya dengan orang yang saya butuhkan. Kali ini tentang kontribusi saya kepada masyarakat, kepada dakwah.
Ketika diamanahi menjadi mentor sebuah kelpmpok remaja putri, saya sudah punya bayangan mau saya apakan kelompok ini, namun kenyataannya tidak semudah yang dipikirkan. Anak anak merasa bosan, tidak puas dengan jawaban saya, malas mendengar tausiyah saya. Hingga suatu saat saya berfikir. Saya bukan ustadzah ulung saat ini, saya adalah mentor yang akan berusaha memfasilitasi mentee saya untuk tumbuh menjadi muslimah solihah yang cerdas. Bahwa ga hanya materi agama yang mereka butuhkan, tapi skill hidup, tempat curhat, dll. Tapi saya bingung apa yamg harus saya lakukan?
Selang beberapa pekan, akhirnya Cendekia Club mengadakan pelatihan tentang mentoring remaja dan pengisinya Mas Adri. Siapa dia?
Saya bertemu beliau saat acara Trtaining of Training Kemenpora selama sepekan di Bandung tahun 2012. Neliau adalah orang yang samngat humoris, pandai berbicara di depan umum, dan kini menjadi Trtainer handal yang sudah melatih orang orang di perusahaan maupun instansi negara.
Hari ini Allah menjawab kebingungan saya tentang bagaimana menjadi mentor yang baik?
Allah, terima kasih.
Bahwa Engkau memang selalu menepati janji-Mu.
Terima kasih, Allah..
Sabtu, 15 Oktober 2016
Rabu, 13 Juli 2016
Refleksi Idul Fitri 1447 H
Bismillah..
Huwah kelamaan numblr, blogspot jadi banyak sawang-sawangnya begini. Hehe maaf yah. Yok lanjut.
Hah, lebaran udah selesai. Udah dua hari ini balik ke dunia nyata. Berdua sama Ghiya menjalani hari demi hari.
Spontan, saya mendapat refleksi Idul Fitri kali ini dari berbagai kejadian yang saya ketahui akhir-akhir ini.
Pertama, perjuangan. Harus lebih keras dan terus kuat dalam berjuang. Menjadi istri yang lebih sabar, ibu yang lebih sabar, memasak dan memenej rumah, waktu, dsan uang dengan baik. Harus belajar lebih keras supata semua bisa balance. Rumah beres, makan siap, anak dan suami hepi, wawasan luas dan selalu semakin solihah.
Kedua, kongkrit. Ya jalanin semua rencana yang ada di kepala. Bismillah.
Semangat terus.
Belajar lebih keras.
Berdoa lebih semangat.
Kongkritkan!
Huwah kelamaan numblr, blogspot jadi banyak sawang-sawangnya begini. Hehe maaf yah. Yok lanjut.
Hah, lebaran udah selesai. Udah dua hari ini balik ke dunia nyata. Berdua sama Ghiya menjalani hari demi hari.
Spontan, saya mendapat refleksi Idul Fitri kali ini dari berbagai kejadian yang saya ketahui akhir-akhir ini.
Pertama, perjuangan. Harus lebih keras dan terus kuat dalam berjuang. Menjadi istri yang lebih sabar, ibu yang lebih sabar, memasak dan memenej rumah, waktu, dsan uang dengan baik. Harus belajar lebih keras supata semua bisa balance. Rumah beres, makan siap, anak dan suami hepi, wawasan luas dan selalu semakin solihah.
Kedua, kongkrit. Ya jalanin semua rencana yang ada di kepala. Bismillah.
Semangat terus.
Belajar lebih keras.
Berdoa lebih semangat.
Kongkritkan!
Rabu, 25 Mei 2016
Ash-Shaaffaat 6-10
Bismillah..
Terjemah Surat Ash-Shaaffaat 6-10
6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
7. Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
8. Mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
9. untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
10. Kecuali (setan) yang mencuri (satu pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ash-shaaffaat-ayat-1-21.html#sthash.i3jaat8h.dpuf
Terjemah Surat Ash-Shaaffaat 6-10
6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
7. Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
8. Mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
9. untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
10. Kecuali (setan) yang mencuri (satu pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ash-shaaffaat-ayat-1-21.html#sthash.i3jaat8h.dpuf
Senin, 23 Mei 2016
Pengalaman Puasa Saat Hamil & Menyusui
Bismillah..
Sebelum nikah uda binguuung aja gimana ya pas hamil sama menyusui pas puasa? Ternyataaaa ya begitulah..
Pas hamil anak pertama menghadapi ramadhan bulan ke empat. Ini fase baru enak abis mabok slama hampir empat bulan.
Hari pertama smangat nyiapin saur dan puasa karna Alhamdulillah syehat. Eh hari kedua tepar, langaung demam. Dasar hamil pertama, pak suami khaeatir dan ga ngebolehin puasa. Sampe sembuhpun pak suami masi khawatir karna aku sering pusing juga, akhirnya ga sampe 10 hari deh puasanya dan bayar fidyah.
Saya gamau maksa, cukup menceritakan kondisi badan ke pak suami dan menyerahkan keputusan ke pak suami. Ini karna pernah baca ada istri laghi hamil yang keukeuh tetewp puasa padahal suaminya ga ngijinin. Akhirnya (na'udzubillah) baby nya gugur. Makanya nurut nurut dah sama suami.
Pas Ghiya uda lahir, bulan ke lima menghadapi ramadhan. Aku coba puasa dan dapet ijin pak suami juga, Alhamdulillah full. Tantangan tersendiri sih, karna Ghiya uda lima bulan, mulai laper banget tapi belum boleh mpasi. Tapi Alhamdulillah bisa.
Intinya, berpuasa saat hamil & menyusui itu tergantung kitanya. Dua hal penting yang harus diperhatikan:
1. Ceritakan keadaan tubuh ke suami sampai hal terkecil kaya pusing karna itu buat ibu hamil dan menyusui uda lumayan agak bahaya ya, Bun
2. Harus nurut kata suami. Kalo gpp ya minggo puasa, kalo jangan ya jangan
Smangat, Bunda Solihah..^^
#Day1
Sebelum nikah uda binguuung aja gimana ya pas hamil sama menyusui pas puasa? Ternyataaaa ya begitulah..
Pas hamil anak pertama menghadapi ramadhan bulan ke empat. Ini fase baru enak abis mabok slama hampir empat bulan.
Hari pertama smangat nyiapin saur dan puasa karna Alhamdulillah syehat. Eh hari kedua tepar, langaung demam. Dasar hamil pertama, pak suami khaeatir dan ga ngebolehin puasa. Sampe sembuhpun pak suami masi khawatir karna aku sering pusing juga, akhirnya ga sampe 10 hari deh puasanya dan bayar fidyah.
Saya gamau maksa, cukup menceritakan kondisi badan ke pak suami dan menyerahkan keputusan ke pak suami. Ini karna pernah baca ada istri laghi hamil yang keukeuh tetewp puasa padahal suaminya ga ngijinin. Akhirnya (na'udzubillah) baby nya gugur. Makanya nurut nurut dah sama suami.
Pas Ghiya uda lahir, bulan ke lima menghadapi ramadhan. Aku coba puasa dan dapet ijin pak suami juga, Alhamdulillah full. Tantangan tersendiri sih, karna Ghiya uda lima bulan, mulai laper banget tapi belum boleh mpasi. Tapi Alhamdulillah bisa.
Intinya, berpuasa saat hamil & menyusui itu tergantung kitanya. Dua hal penting yang harus diperhatikan:
1. Ceritakan keadaan tubuh ke suami sampai hal terkecil kaya pusing karna itu buat ibu hamil dan menyusui uda lumayan agak bahaya ya, Bun
2. Harus nurut kata suami. Kalo gpp ya minggo puasa, kalo jangan ya jangan
Smangat, Bunda Solihah..^^
#Day1
Selasa, 17 Mei 2016
Mama, Aku, dan IRT
Bismillah..
Ibu rumah memang sedang naik pamor bin naik daun, lagi diminati banyak ibu muda, dan lagi dibela habis habisan karna slama ini dianggap remeh.
Saya jadi irt karna memang ada alasan dibalik itu, saya ingin fokus urus keluarga dan anak anak terutama.
Pernah saya bertanya pada ibu saya.
"Ma, nyesel ga si ato kesel ga sih mama uda biayain aku di kampus bagus yang biaya hidupnya mahal, uda ngeluarin duit banyak tapi anaknya sekarang jadi ibu rumah tangga. Sedih ga, Ma?"
"Enggak. Mama justru bangga kamu jadi ibu rumah tangga, fokus ngurus keluarga."
"E serius, Ma? Ga eman gitu, Ma? Aku lulusan U* tapi jadi irt aja?"
"Engga, mama si ga eman. Tapi kalo jadi kamu mama eman uda kuliah disana tapi di rumah ujungnya."
Hyaaa gedubrak.
Setidaknya saya jadi tenang karna ortu mendukung keputusan saya ini.
Ayo IRT Sarjana, coba sesekali tanyakan pendapat ortu tenta kita yang nemutuskan jadi IRT.:-)
Ibu rumah memang sedang naik pamor bin naik daun, lagi diminati banyak ibu muda, dan lagi dibela habis habisan karna slama ini dianggap remeh.
Saya jadi irt karna memang ada alasan dibalik itu, saya ingin fokus urus keluarga dan anak anak terutama.
Pernah saya bertanya pada ibu saya.
"Ma, nyesel ga si ato kesel ga sih mama uda biayain aku di kampus bagus yang biaya hidupnya mahal, uda ngeluarin duit banyak tapi anaknya sekarang jadi ibu rumah tangga. Sedih ga, Ma?"
"Enggak. Mama justru bangga kamu jadi ibu rumah tangga, fokus ngurus keluarga."
"E serius, Ma? Ga eman gitu, Ma? Aku lulusan U* tapi jadi irt aja?"
"Engga, mama si ga eman. Tapi kalo jadi kamu mama eman uda kuliah disana tapi di rumah ujungnya."
Hyaaa gedubrak.
Setidaknya saya jadi tenang karna ortu mendukung keputusan saya ini.
Ayo IRT Sarjana, coba sesekali tanyakan pendapat ortu tenta kita yang nemutuskan jadi IRT.:-)
Minggu, 03 April 2016
Efek Domino Piknik
Bismillah..
Hari ini saya menyadari satu hal. Saya berubah, menjadi lebih baik.
Saya menjadi lebih sabar sama Ghiya, lebih sabar sama suami, lebih ikhlas kalau suami ada agenda di luar.
Semua ini karna satu hal saja, piknik.
Dua pekan lalu kami ke Malang. Dimulai dengan seminar IIP menghadirkan Bu Septi Peni sekeluarga (minus Enes), kami akhirnya merencanakan liburan singkat ke Malang dan Batu. Selain liburan, ini juga sebagai refreshing setelah sebelumnya suami disibukkan audit eksternal dari luar negeri dan Alhamdulillah no founding.
Disana kami perghi ke tempat yang ingin kami kunjungi. Saya pingin makan hokben, beliin abi baju&jaket, dan BNS. Suami pingin nyicipin bakso presiden.
Alhamdulillah semua tercapai. Meski ternyata melwbihi budget, kami senang. Meskipun kedepannya kami haruslebih baik lagi dalam menganggarkan liburan.
Kedepannya mau rutin piknik. Ga harus mahal, yang pwnting hepiii.
Ayo piknik, refreshing itu kebutuhan, bukan menghamburkan uang. Jadi pikniknya harus disesuaikan budget. Smangat piknik..
Hari ini saya menyadari satu hal. Saya berubah, menjadi lebih baik.
Saya menjadi lebih sabar sama Ghiya, lebih sabar sama suami, lebih ikhlas kalau suami ada agenda di luar.
Semua ini karna satu hal saja, piknik.
Dua pekan lalu kami ke Malang. Dimulai dengan seminar IIP menghadirkan Bu Septi Peni sekeluarga (minus Enes), kami akhirnya merencanakan liburan singkat ke Malang dan Batu. Selain liburan, ini juga sebagai refreshing setelah sebelumnya suami disibukkan audit eksternal dari luar negeri dan Alhamdulillah no founding.
Disana kami perghi ke tempat yang ingin kami kunjungi. Saya pingin makan hokben, beliin abi baju&jaket, dan BNS. Suami pingin nyicipin bakso presiden.
Alhamdulillah semua tercapai. Meski ternyata melwbihi budget, kami senang. Meskipun kedepannya kami haruslebih baik lagi dalam menganggarkan liburan.
Kedepannya mau rutin piknik. Ga harus mahal, yang pwnting hepiii.
Ayo piknik, refreshing itu kebutuhan, bukan menghamburkan uang. Jadi pikniknya harus disesuaikan budget. Smangat piknik..
Si 10 Tahun Yang Kece
Bismillah..
Ghiya masih setaun sih tapi udah mulai harus belajar tentang mendidik anak. Si sepuluh tahun.
Berawal dari ngeliat pendaoat Bu Septi trentang si sepuluh tahun. Ketiga anaknya saat usia 10 tahun uda bisa bikin projek dan bertanggung jawab atas proyek mereka masing-masing. Aku mikir oh oke.
Ga lama ada berita si Joey Alexander 12 taun uda tampil di Grammy Award. 12 taun ya bu. Ini menguatkan pendapat Bu Septi.
Aku ambil kesimpulan, oh brati bener ye 10 tahun itu uda bisa diajak berpikir serius, dikembangin bakatnya bahkan uda bisa jadi "seseorang". Dari situ juga akhirnya kalo aku jadi mentor dadakan buat halaqah anak sd kelas atas, materinya yg uda mulai cucok dan sering aku ajak untuk berpendapat.
Selain itu ya emang ooeran orang tua yang harus pinter apa ya mewujudkan dan milih jalan lewat mana nih biar si 10 taun bisa nyalurin bakatnya. Bisa diliat dari ortunya Joey yg milih US buat ngembangin Joey soalnya di Indonesia susah ngembangin jazz piano.
Yah belum tau juga si soalnya belum ngalamin. Smoga bermanfaat.
D#1
Ghiya masih setaun sih tapi udah mulai harus belajar tentang mendidik anak. Si sepuluh tahun.
Berawal dari ngeliat pendaoat Bu Septi trentang si sepuluh tahun. Ketiga anaknya saat usia 10 tahun uda bisa bikin projek dan bertanggung jawab atas proyek mereka masing-masing. Aku mikir oh oke.
Ga lama ada berita si Joey Alexander 12 taun uda tampil di Grammy Award. 12 taun ya bu. Ini menguatkan pendapat Bu Septi.
Aku ambil kesimpulan, oh brati bener ye 10 tahun itu uda bisa diajak berpikir serius, dikembangin bakatnya bahkan uda bisa jadi "seseorang". Dari situ juga akhirnya kalo aku jadi mentor dadakan buat halaqah anak sd kelas atas, materinya yg uda mulai cucok dan sering aku ajak untuk berpendapat.
Selain itu ya emang ooeran orang tua yang harus pinter apa ya mewujudkan dan milih jalan lewat mana nih biar si 10 taun bisa nyalurin bakatnya. Bisa diliat dari ortunya Joey yg milih US buat ngembangin Joey soalnya di Indonesia susah ngembangin jazz piano.
Yah belum tau juga si soalnya belum ngalamin. Smoga bermanfaat.
D#1
Langganan:
Postingan (Atom)